Telp. 021-7788 8899 | WA. 0812 1996 4195 | tahujeletottaisi@gmail.com

Artikel

Gurih dan pedas menggigit Tahu Jeletot Taisi

Depoknews.com–Gorengan menjadi menu berbuka puasa yang dipilih banyak orang. Tahu Jeletot Taisi yang gurih dengan pedas menggigit siap menjadi pilihan menggiurkan.

Berawal sebagai sales manager di salah satu bank asing, Rudi Parlinggoman Sinurat lalu berubah haluan menjadi penjual tahu isi pedas pada 29 Februari 2012. Depok adalah pusat jajanan di Jabodetabek, kebetulan dia dan istri juga sudah menjalankan usaha kuliner yang dibeli secara waralaba dari Jawa Tengah seharga Rp30 juta.

“Resep yang kami gunakan untuk Tahu Jeletot Taisi rasanya memang pedas, gurih, dan mantap. Itu kami dapatkan setelah uji coba selama satu bulan di rumah bersama dengan istri saya, Rosie,” katanya kepada Depoknews.com saat ditemui di kantornya di Graha Taisi, Jl. Raya Sawangan No. 8 RT.04 RW.04 Kp. Kekupu, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok.

Rudi dan istri menjualnya ke teman-teman seraya terus melakukan penyempurnaan resep yang akhirnya didapat saat memiliki kios di bulan pertama. Sampai sekarang resep ini adalah salah satu rahasia sukses usahanya.

“Saya isi dengan irisan kol, wortel, dan cabai rawit merah yang sudah dikupas dan dicuci bersih. Tahu yang sudah diisi, saya masukkan ke adonan tepung terigu yang juga sudah diberi bumbu. Jadi, rasanya memang benar-benar gurih dan super pedas,” tambahnya.

Bumbu Tahu Jeletot Taisi dibuat pagi hari untuk dijual siang hari. Para pekerjanya diharuskan memakai penutup kepala dan masker selama proses produksi Tahu Jeletot Taisi. Tahu ini juga hanya bertahan satu hari karena sama sekali tidak memakai bahan pengawet.

“Kalau tahu enggak laku, kami enggak menyarankan untuk dijual. Tahu bertahan paling lama delapan jam setelah dibuat, sebelumnya bisa masukkan ke freezer,” ujar Rudi.

Selain bumbu, rahasia sukses Tahu Jeletot Taisi adalah bahan bakunya berupa tahu sumedang yang sudah dikenal enak dan banyak orang menyukainya. Bahkan, tahu sumedang terasa enak meski tidak dibumbui. Dan dengan tekstur berongga, bumbu isian tahu akan sangat meresap sehingga menghasilkan rasa pedas-gurih yang mantap.

Dalam tempo enam bulan, Rudi sudah mempunyai lima cabang yang semuanya berada di Depok. Rudi menyebut keunggulan Tahu Jeletot Taisi dibandingkan tahu isi pedas lainnya. Menurutnya, Tahu Jeletot Taisi memiliki kemasan eksklusif dengan dus untuk pembelian 10 biji. Keunggulan lainnya dalam sisi pemasaran yang tidak hanya mengandalkan cara tradisional alias menggunakan gerobak.

“Kami punya website tahujeletot.com. Kami juga menggunakan media sosial twitter @tahu_jeletot dan facebook Tahu Jeletot Taisi sejak setahun terakhir. Orang kita memandang online shop pamornya beda. Dan, kalau suatu produk sudah masuk di sosmed, tampilannya beda dibanding yang tidak,” papar Rudi.

Rudi melayani sistem pesan antar hingga radius 25 km. Biayanya Rp25 ribu untuk pemesanan minimal 20 biji Tahu Jeletot Taisi. Dan sebagai inovasi menghadapi persaingan, Rudi berencana membuka kedai mini Tahu Jeletot Taisi yang menawarkan beragam menu makanan dan minuman.

Tahu Jeletot Taisi kini memproduksi 8.000-10 ribu biji tahu setiap harinya. Tahu Jeletot Taisi pun kini memiliki 100-an cabang di seluruh Jabodetabek sejak Rudi dan istri mulai membuka sistem waralaba (mikro) atau kemitraan pada awal 2013. Dengan nilai investasi Rp10 juta, pembeli waralaba Tahu Jeletot Taisi sudah dapat booth berupa gerobak aluminium lengkap dengan peralatan masak dan bahan baku 100 biji tahu serta seragam dua potong. Mereka juga diberi pelatihan di awal terkait cara menggoreng tahu untuk mendapatkan hasil yang baik.

“Setelah bulan puasa, nilai investasinya Rp15 juta. Penambahan Rp5 juta untuk pendampingan. Ke depan kami ingin memperketat kontrol rutin terhadap para mitra demi menjaga kualitas produk. Tidak hanya produk, tapi juga kontrol perkembangan usahanya dengan tenaga analisis profesional,” jelas Rudi.

Kunci sukses bermitra dengan Tahu Jeletot Taisi, tambah Rudi, adalah dengan menerapkan aturan secara konsisten, misal gerobak dijaga bersih, hasil gorengan bagus, pelayanan baik, seragam dipakai, dan sebagainya. Bila demikian, Rudi mengatakan bahwa mitra usahanya bisa balik modal kurang lebih 3-4 bulan.

Rudi memang menjaga standar kebersihan Tahu Jeletot Taisi hingga mendapatkan sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Usahanya dilengkapi pula dengan sertifikat halal dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Tahu Jeletot Taisi bahkan pernah mendapatkan Indonesia Creative Service Quality Award 2015 sebagai The Most Favorite Food & Quality Product of The Year. (fyu)

Sumber :

http://depoknews.id/gurih-dan-pedas-menggigit-tahu-jeletot-taisi/

Comments

  • luddyana pratiwi - 11 29 2015, 01:42 Reply

    Caranya mau joint gmna y pak Dg modal sedikit? Tlg solusinya pak Trimakasih

Your comment


North Face Backpacks Kevin Pierre-Louis Jersey Cheap UGGs Size 3 Borse Babouska Gucci Oakley Sunglasses Rx Michael Kors Outlet Svizzera Wholesale Nike NFL Jersey Coach Coupons Outlet Coach Online Outlet